Kamis, 12 Juli 2012

Cukup cintai ku dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan

Cukup cintai ku dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan... karena tiada yang tahu rencana Tuhan...
mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan... serahkankan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya biarkan ia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya.

Senin, 09 Juli 2012

Wanita mengungkapkan perasaannya... Kenapa tidak ?

kalau kita menilik judul di atas, mungkin akan tabu bagi sebagian wanita dengan instilah seperti itu. ya...mana mungkin "Wanita Mengungkapkan Perasaannya" kepada lelaki yang mereka cintai. aib ataupun suatu pantangan bagi wanita yang melakukannya. Apalagi laki-laki tersebut termasuk IF (begitulah teman2 ku melaqobkan mereka)....sebelum aku lanjutkan pembicaraan akan ku jelaskan terlebih dahulu siapa itu IF.

ok...IF singkatan dari Ikhwan Fillah, tentunya bagi kawan2 yang membaca istilah ini, sudah dapat membayangkan seperti apa ciri-ciri yang dimiliki ikhwan fillah ini... mungkin berpakaian "ACENG / angggota celana gantung" atau Berjenggot Panjang?????

hemm...tidak semua ciri2 yang saya sebutkan diatas menjadi kekhasan bagi IF.
tapi IF yang sangat disegani para akhwat yang mendambakan suami dunia akhirat "begitulah kt bang aji oma". adalah Ikhwan yang benar-benar tawadhu�, ghodhol bashor dan sangat ikhlas dalam menjalankan hidupnya atau mungkin ada beberapa ciri yang sangat identik yang berhubungan dengan ibadah ketakwaannya kepada ALLAH, sehingga banyak kalangan dari kita yang jatuh hati atas akhlak karimah nya.

Memang pantas bagi IF seperti itu untuk disayang oleh setip kalangan. Namun....apa kabar dengan kita, para wanita yang mudah jatuh hati dan terhipnotis dengan tabiat IF. (maaf, maksud terhipnotis disini adalah untuk wanita yang sangat mendambakan lelaki sholeh seperti mereka menjadi pasangan hidup kelak).

baiklah kita lanjutkan lagi, aibkah untuk kita mengungkapkan rasa cinta kepada sosok yang kita cinta "karena ALLAH"???
kalau kita kembali pada sirah nabi MUHAMMAD SAW, kita akan ingat kisah sayyidati Khadijah bagaimana caranya melamar dan bagaimana dia menghormati Muhammad, yang belum menjadi Nabi Namun akhlak dan kejujurannya telah merebut hati khadijah sang saudagar kaya dizamannya. padahal saat itu Muhammad hanya sebagai pegawai, umurnya pun lebih muda 15 tahun dari khadijah.

bukankah itu mulia?..siti khadijah pun melakukan nya, dia tidak memikirkan aib atau pun malu ketika mengungkapkan kata hatinya dan melamar Muhammad untuk dijadikan suami. tapi....ternyata dibalik semua ini ada kendali orang ketiga, beliau dibantu oleh pembantunya untuk menyampaikan niatnya kepada Muhammad. (tentunya bukan sembarang menyampaikan face to face). dan pada akhirnya Nabi Muhammad pun menerima lamaran Khadijah dengan niat karena ALLAH.

Wahai para akhwat almahbuubah...
mungkin suami yang kita inginkan tidak setakwa nabi Muhammad, tidak sekaya imannya Nabi Muhammad. namun suami yang kita dambakan adalah suami yang setidaknya dia takut akan azab ALLAH dan bersyukur atas nikmat ALLAH serta menjauhi larangannya. itupun sudah cukup. tak perlu ganteng atau perfect fisik nya, yang terpenting ketika kita melihatnya, kita bisa bersyukur dan selalu ingat kepada ALLAH.

Bagi kawan akhwat yang mulia, yang sudah berniat dan merencanakan untuk menikah. kenapa tidak kita mengikuti syariat dan jejak ibunda kita Siti Khadijah RA. mungkin melalui bantuan wali atau guru serta qarib kita menjadi wasilah penyatu silaturahmi antara kita dan lelaki yang kita dambakan???
Tentunya dengan diiringi ikhtiar do�a, Qiyamullail, tak lupa pula meningkatkan ibadah lainnya, agar semua yang kita hajatkan bisa lancar dikabulkan oleh Nya.

Yang jelas semua adalah milik ALLAH, so jawaban apapun dan takdir apapun yang sekiranya tidak sesuai dengan harapan kita, serahkan saja semuanya kepada ALLAH, dan semoga kita diberikan kesabaran dengan segala yang ALLAH berikan, baik ataupun kurang baik, tak perlu cemas. insya ALLAh suatu saat ALLAH akan mengembalikan semua nya kepada kita dengan hal ataupun seseorang yang lebih baik bagi diri kita..amien.

(terus terang penulis sendiri hanya bisa menyampaikan apa yang diketahui, walaupun sampai sekarang belum pernah mempraktekan mengungkapkan perasaannya kepada lelaki yang ia sukai...)

hemm...curhat colongan..^_^

tapi...good luck buat semua sahabat wanita yang akan merealisasikan hajatnya, semoga dikabulkan dan hidup bahagia dalam Ridho Allah..amien

Sabarlah, Cinta


Dahulu aku terfikir bahwa 'menangis' ialah tanda diri ini lemah. Tetapi sebenarnya ada hikmah di sebalik tangisanku kali ini. Baru ku sadar nikmat air mata dan kesedihan yang ku alami ini mendekatkan diriku pada yang lebih layak yaitu Allah SWT.

Kini ku merasai cinta dan kasih sayang Allah, lebih berharga dan manis daripada segala-galanya. 'Kehilangan' itu rupanya aku lalui supaya aku merasai satu 'pertemuan' yang hakiki yaitu dengan Allah. Allah mau mengujiku dengan menjauhkan ku dengan orang yang ku sayangi, karena Allah mau diriku dekat dengannya.

Seandainya kesedihan yang teramat sangat ini membuatkan ku rindu untuk bertemu denganNya, aku ridha dan pasrah karena Allah lebih ku cintai lebih daripada segala yang ada di langit dan di bumi.

Aku juga yakin, semua ini pasti berakhir karena ku yakin yang 'dia' sedang menungguku dan pasti menjemputku pada suatu saat nanti. Aku yakin dengan ayat Allah SWT ini,

"Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (syurga)."(Surah an-Nur, ayat 26)

Walau bukan di dunia yang fana ini, insya-Allah, dengan berkat kesabaran, pasti di syurga nanti bersatu juga. Andai sudah ditakdirkan jodoh dengan dia, tiada apa yang dapat mengubahnya kerana Allah Maha Berkuasa. Hanya dengan sedikit kesabaran dan doa yang tidak putus, Allah pasti membalasnya dengan kebahagiaan yang lebih bermakna.


"Mereka itu semuanya akan dibalas dengan mendapat tempat yang tinggi di Syurga disebabkan kesabaran mereka, dan mereka pula akan menerima penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya"
(Surah al-Furqan, ayat 75)
Cinta yang ada di dalam hati adalah anugerah daripada Allah SWT. Allah menguji hambaNya karena sayang kepada hambaNya. Allah mau cinta yang dianugerahkan ini dijaga dan dikawal dengan sebaiknya. Bukannya untuk dirosakkan dengan hawa nafsu dan menodainya dengan larangan-larangan yang dibenciNya.

Allah mengajar diriku erti KESABARAN yang selama ini aku tidak berapa fahami. Memang betul, kesabaran mengajar arti hidup.

Aku yakin dengan Allah SWT. Moga Allah permudahkan segala urusan. Cinta yang ikhlas dan abadi memang sukar untuk dimiliki kerana ia hanya layak untuk orang yang bersabar dan berserah diri kepada Allah. Moga diriku tergolong dalam kalangan orang yang sabar.


"Sesungguhnya Aku membalas mereka pada hari ini (dengan sebaik-baik balasan) disebabkan kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang berjaya".
(Surah al-Mu'minun, ayat 111)

Selasa, 12 Juni 2012

Aku ingin menjadi Bidadari untukmu



Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. Biarlah aku hanya cantik di matamu. Apa gunanya aku menjadi perhatian lelaki andai murka Allah ada di situ.

Apalah gunanya aku menjadi idaman banyak lelaki sedangkan aku hanya bisa menjadi milikmu seorang.
Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku merasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah aku ini barang yang bisa dimiliki sesuka hati.

Aku juga tidak mau menjadi penyebab kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat aku berikan.

Bagaimana akan kujawab di hadapan Allah kelak andai ditanya? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup di muka bumi?

Kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, aku dululah yang perlu menundukkan pandanganku. Aku harus memperbaiki dan menghias peribadiku karena itulah yang dituntut oleh Allah.

Kalau aku ingin lelaki yang baik menjadi suamiku, aku juga perlu menjadi perempuan yang baik. Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik?

Tidak kunafikan sebagai remaja, aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku perlu menjaga perasaan itu karena ia semata-mata untukmu.

Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi labuhan lelaki lain. Engkau berhak mendapat kasih yang tulen.

Diriku yang memang lemah ini telah diuji oleh Allah saat seorang lelaki ingin berkenalan denganku. Aku dengan tegas menolak, berbagai macam dalil aku kemukakan, tetapi dia tetap tidak berputus asa.

Aku merasa seolah-olah kehidupanku yang tenang ini telah dirampas dariku. Aku bertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan? Aku beristigfar memohon ampunan-Nya. Aku juga berdoa agar Pemilik Segala Rasa Cinta melindungi diriku dari kejahatan.

Kehadirannya membuatku banyak memikirkan tentang dirimu. Kau kurasakan seolah-olah wujud bersamaku.

Di mana saja aku berada, akal sadarku membuat perhitungan denganmu. Aku tahu lelaki yang menggodaku itu bukan dirimu. Malah aku yakin pada gerak hatiku yang mengatakan lelaki itu bukan teman hidupku kelak.

Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.

Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita yang lain, dilamar lelaki yang bakal memimpinku ke arah tujuan yang satu.

Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassalam, yang mampu mendebarkan hati jutaan gadis untuk membuat aku terpikat.

Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah.

Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dibazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk membuat begitu.

Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.

Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari ridha Illahi.
Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu.

Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu.

Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku. Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku.

Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga.


Seorang gadis yang membiarkan dirinya dikerumuni, didekati, diakrabi oleh lelaki yang bukan muhrimnya, cukuplah dengan itu hilang harga dirinya di hadapan Allah. Di hadapan Allah. Di hadapan Allah.


Yang dicari walau bukan putera raja, biarlah putera Agama.
Yang diimpi, biarlah tak punya rupa, asal sedap dipandang mata.
Yang dinilai, bukan sempurna sifat jasmani, asalkan sihat rohani dan hati.

Yang diharap, bukan jihad pada semangat, asal perjuangannya ada matlamat.
Yang datang, tak perlu rijal yang gemilang, kerana diri ini serikandi dengan silam yang kelam.
Yang dinanti, bukan lamaran dengan permata, cukuplah akad dan janji setia.

Dan yg akan terjadi, andai tak sama dgn kehendak hati, insyaAllah ku ridha ketetapan Illahi..
Wahai wanita, ku ingatkan diriku dan dirimu, peliharalah diri dan jagalah kesucian.. semoga ridha Allah akan senantiasa mengiringi dan memberkati perjalanan hidup ini.

Minggu, 03 Juni 2012

Aku ingin mencintai dengan sebenar-benar cinta

Ya Allah, betapa aku malu atas apa yang telah engkau berikan sebagai manusia, segala khilaf tertuju padaku, sungguh tidak ada apa-apa pada diriku yang kecil ini.
Terlena, sungguh aku sering terlena pada pesona nafsu dunia dan diri.


Aku ingin kembali, tertunduk pilu dalam sujud syukur kembali pada cahayaMu..

Ya Rabbi, menghamba padaMu adalah tujuan akhir penantianku, setiap degupan yang berdetak kerana Izin KuasaMu. Setiap langkah yang tak putus beriring dengan Asmamu Ya Rabbi.


Segala keluh kesah hanya tercurah padaMu, tidak akan berkat langkahku tanpa redha Mu Ya Rahman. Cahaya Mu, cahaya dalam sepi hidup menjadi senyum ikhlas yang tak putus pada Rahmat Mu, melahirkan kembali kepada fitrah yang suci dengan Selawat yang menggema pada jagat raya Mu.


Dalam sepi, aku sering hilang, tidak mengingati Mu, namun Engkau tetap menjagaku dalam nikmatnya nafas yang ku hembus dalam raga, tak putus-putus Engkau mengingatkanku dan Halusnya Peringatan Mu. Tidak Engkau terus memberikanku hukuman, walaupun betapa kuasanya diriMu Ya Robbi.
Sujud yang mengalun merdu dalam sepertiga malam membuat terhanyut dalam ribuan titisan air mata taubat.. Sebiji zarrah pun dihitung baik kebaikan dan keburukan.. Berkatilah kami ya Rabbi..
“aku ingin mencintaiMu setulusnya sebenar-benar aku cinta dalam doa, dalam ucapan, dalam setiap langkahku, aku ingin mendekatiMu selamanya sehina bagaimanapun diriku, kuberharap untuk bertemu denganMu ya Rabbi.. .. “

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
Jakarta Timur, DKI Jakarta, Indonesia
Pink Wing Pointer